BRMP Sulawesi Tengah Perkuat Pendampingan PM-AAS Melalui Sosialisasi di Wilayah Kabupaten Banggai
Banggai, 22 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah terus memperkuat pendampingan implementasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bagi para penyuluh pertanian di wilayah Kecamatan Toili Barat, Kecamatan Toili dan Toili Jaya, dan Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai.
Kegiatan menghadirkan Penanggung Jawab (PJ) Kegiatan PM-AAS sekaligus Ketua Tim Kerja Pendampingan Wilayah I sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti oleh Koordinator BPP Kecamatan Toili Barat, Toili dan Toili Jaya, dan Moilong beserta seluruh penyuluh pertanian di wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan penerapan PM-AAS dalam mendukung peningkatan produktivitas dan percepatan swasembada pangan. Penyuluh diharapkan mampu melakukan pendampingan secara optimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan budidaya, hingga pelaporan perkembangan kegiatan secara tepat waktu dan akurat.
Selain penyampaian konsep dan implementasi PM-AAS, peserta juga mendapatkan materi mengenai mekanisme pelaporan progres PM-AAS melalui aplikasi Sistem Informasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) 1 Juta Hektare. Materi ini bertujuan meningkatkan pemahaman penyuluh dalam melakukan pelaporan kegiatan secara digital sebagai bagian dari sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan PM-AAS di lapangan.
Tim BRMP Sulawesi Tengah juga menyampaikan tata cara pembuatan polygon berbasis website Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian sebagai dasar pendataan spasial lahan yang menjadi lokasi penerapan PM-AAS. Penguasaan teknik pemetaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data dan mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi geospasial.
Materi lainnya yang turut disampaikan adalah perhitungan potensi Luas Tambah Tanam (LTT) berdasarkan data Luas Baku Sawah (LBS) dan realisasi tanam empat bulan sebelumnya. Perhitungan tersebut menjadi dasar dalam memproyeksikan potensi tanam pada bulan berikutnya sehingga target perluasan areal tanam dapat direncanakan secara lebih terukur dan realistis.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman lapangan, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PM-AAS maupun proses pelaporan berbasis digital. Diskusi tersebut diharapkan dapat menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara BRMP Sulawesi Tengah dengan para penyuluh pertanian dalam mendukung keberhasilan implementasi PM-AAS di Kabupaten Banggai.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BRMP Sulawesi Tengah berharap kapasitas penyuluh pertanian semakin meningkat, baik dalam aspek teknis budidaya, pengelolaan data, maupun pelaporan kegiatan, sehingga penerapan PM-AAS dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.
Penulis : Irwan Suluk Padang
Editor : Nurmasita Ismail